Hunting Foto Pacu Jawi di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat

 

Bulan Maret 2018 ini saya memiliki kesepatan menjelajah ranah minang, tepat nya di kota Bukittinggi, jika di lihat secara geografis Kota Bukittinggi terletak pada rangkaian Pegunungan Bukit Barisan, 90 km arah utara dari Kota Padang. Kota ini berada di tepi Ngarai Sianok dan dikelilingi Gunung Singgalang dan Gunung Marapi, dengan latar belakang geografis tersebut, menjadikan perjalanan dari kota padang menuju bukittinggi sangat mempesona,

oh ya kenapa perjalanan saya di mulai dari padang? karena kali ini saya menjelajah kota bukittinggi dari kota Jakarta menuju kota Padang dengan pesawat, dan di lanjutkan perjalan darat menuju kota bukittinggi.

Dalam Perjalan kalo ini saya menggunakan jasa tour, tetapi tidak tour pada umum nya, tour yang saya ikuti kali ini tour fotografi, ditour ini jadi tujuan nya menjelajah spot spot menarik untuk di abadikan dengan kamera serta di berikan tips tips dari mentor nya untuk mendapatkan foto yang menarik.

Bandara Minangkabau Sumatera barat
Bandar Udara Minangkabau Padang, Sumatera Barat

Saya tiba di bandara minangkabau padang pukul 08:00, total peserta tour ini kurang lebih ada 16 orang. dan tiba di dengan dua perusahaan maskapai penerbangan yang berbeda, setelah menggambil bagasi saya berkomuninasi untuk bertemu di lokasi meeting point, tidak menunggu lama dan kami pun berangkat menggunakan bus untuk menjelajah kota Bukittinggi.

Tujuan pertama foto human interest “Pacu Jawi”, lokasi nya di nagari silabuak limakaum, tanah datar, bukittinggi.

Sebelum ke lokasi pacu jawi, bus kami singgah untuk makan siang dulu. karena acara pacu jawi juga di mulai siang hari sekitar pukul 13:00, menurut guide lokal yang menemani kami.sedikit membahas lokasi makan siang kami, di sini nuansa nya unik, rumah makan nya berada di samping rumah adat khas sumatera barat, dan menurut yang punya rumah ini adalah rumah asli yang di bangun ratusan tahun yang lalu. dan di pakai tinggal secara turun temurun, tetapi generasi yang sekarang memilih tinggal di rumah yang di bangun di belakang rumah adat ini, dan menjadikan rumah adat ini untuk wisata. ( lumayan neh bonus spot foto di rumah makan )

Rumah Makan Sawah Laman.jpg
Rumah Makan Sawah Laman, Tempat kami santap siang sebelum ke lokasi Pacu Jawi
Rumah Gadang Restoran Sawah Laman Batusangkar
Di arena rumah makan ada rumah gadang yang bisa kita buat untuk selfie

Setelah santap siang selesai, akhir nya kami menuju lokasi pacu jawi untuk hunting foto. di pinggir jalan sebelum masuk ke lokasi, terlihat poster jumbo penanda lokasi Pacu Jawi.

Sekilas tentang Pacu Jawi atau pacu sapi merupakan salah satu atraksi budaya dari Sumatera Barat, pada mula nya dulu para pertani melakukan pacu jawi ini setelah panen padi, untuk hiburan, tetapi saat ini atraksi ini menjadi daya tarik dan spot wajib bagi para fotografer, karena sebelum nya foto foto paju jawi memenangkan beberapa penghargaan dalam kontes fotografi. sebenar nya saya agak binggung antara pacu jawi di sumatera barat dan karapan sapi di madura, tetapi akhir nya saya mengerti setelah sampai di tujuan, perbedaan yang mecolok adalah lahan yang di gunakan, kalo karapan sapi di madura menggunakan tanah lapang untuk memacu sapi, sedangkan pacu jawi yang menggunakan lahan sawah yang penuh lumpur dan air. jika di abadikan dengan kamera menjadi lebih dramatis, dan yang unik pacu jawi tidak di pasang lawan untuk adu kecepatan, pacu jawi memacu sapi nya secara bergantian, dan pemenang nya bukan yang tercepat tetapi yang berjalan paling lurus. Spot pertama ini sunggung memerikan pengalaman yang baru, banyak moment moment yang menarik di sini.

Pacu Jawi Batusangkar Sumatera Barat
Poster Jumbo Pacu Jawi di Nagari Cubadak, Tanah Datar
Menuju Lokasi Paju Jawi di Tanah Datar sumatera barat
Menyusuri jalan desa menuju lokasi pacu jawi, yang biasa di lakukan di lahan sawah yang sudah panen.
Pacu Jawi Sumatera Barat
Banyak Fotografer yang masuk ke sawah dan jelas memacu ardenaline demi mendapatkan foto yang dramatis.
Pacu Jawi Tanah Datar Sumbar
Joki Pacu Jawi Menggigit ekor sapi agar sapi berlari kencang.
Pacu Jawi
Joki Berusaha keras supaya sapi bisa berlari lurus, jika sapi ini juara, harga jualnya juga akan ikut melambung.

selama hunting pacu jawi saya menggunakan Lensa dengan focal length 300mm (equivalent 35mm), kamera set Manual, shutter speed 1/1000 dengan mode Continuous Shooting degan tujuan agar mendapatkan splash lumpur yang saya inginkan, tidak lupa juga fokus saya set ke Continuous AF, agar selalu mengikuti subject yang semakin dekat ke kita. untuk ISO dan Diafragma saya mengikuti kondisi yang pas saat itu

ini pengalaman saya pertama kali foto pacu jawi, yang sangat berkesan saat mencari angle yang tepat kadang kita perlu berlari dan juga menghindari sapi yang melenceng dari jalur nya, antara meyelamatkan diri dan secara bersamaan menyelamatkan gear kesayangan, tidak terasa waktu menunjukan pukul 15:00 Tour Leader kami menginformasikan agar segera kembali ke bus untuk melanjutkan ke spot hunting selanjutnya.

Spot selanjutnya juga merupakan spot favorite para fotografer. spot ini di sebut kelok 9, yang menjadi spot utamanya adalah Jembatan layang sepanjang 2.5km di kelok 9

sekilas tentang jembatan layang ini, pembangunan jembatan layang Kelok 9 mulai dilakukan pada 2003. Pengerjaannya ditangani dalam dua tahapan pembangunan. Panjang keseluruhan jembatan dan jalan yang dibangun adalah 2.537 meter, terdiri dari enam jembatan dengan panjang 959 meter dan jalan penghubung sepanjang 1.537 meter. Jembatan layang Kelok 9 terdiri dari enam jembatan dan memiliki ruas jalan selebar 12,5 meter. Bentang jembatan pertama memiliki panjang 20 meter, bentang kedua 230 meter, dan bentang ketiga 65 meter. Bentang keempat memiliki panjang 462 meter. Bentang jembatan keempat merupakan jembatan jenis pelengkung beton dengan fondasi bore pile sedalam 20 meter untuk menahan berat jembatan dan gaya horizontal gempa. Bentang jembatan kelima memiliki panjang 31 meter dan bentang keenam 156 meter (sumber: wikipedia Indonesia)

Setingan hunting di spot ini saya menggunakan long exposure di waktu senja untuk mendapatkan light trail.

Kelok Sembilan Kelok9 siang.jpg
Kelok Sembilan masih terlihat sangat asri dan indah.
Kelok Sembilan Klok9 Sunset.jpg
Menikmati Suasana di Kelok Sembilan saat senja…
Jam Gadang Bukittinggi
dari kelok 9 kami menuju hotel di bukittinggi, sebelum tidur saya menyempatkan mengabadikan suasana jam gadang di malam hari.

 

Di hari kedua,
dari jadwal yang ada pagi ini acara bebas, kita bisa instirahat di hotel karena saat tiba di hotel kemarin malam sudah sangat larut. atau menjelajah kota bukittinggi.

pagi pagi setelah sarapan saya dan beberapa teman memutuskan hunting foto di sekitar hotel, spot yang kita tuju pagi itu adalah ngarai sianok. dari tempat kami menginap cukup berjalan kaki sekitar 800 meter.

di spot ini kita di majakan permandangan lembah yang sangat indah, lokasi ini juga cocok untuk hunting sunset karena arah nya menghadap barat. jika ada kesempatan ke bukittingi lagi saya akan menyempatkan hunting sunset di spot ini. spot tempat saya foto ini sebenarnya sebuah taman yang di bangun pemkot bukittinggi untuk menikmati pemandangan ngarai, untuk masuk ke taman ini kita di pungut biaya sebesar Rp 15.000,-

Ngarai Sianok
Ngarai Sianok Bukittinggi
Pesona Ngarai Sianok
Pesona Ngarai Sianok yang asri
Monyet di Ngarai Sianok.jpg
kawanan monyet di ngarai sianok

setelah puas menjelajah taman ini kami kembali ke hotel untuk melanjutkan perjalanan. lokasi yang kita tuju berikutnya adalah lokasi kerajinan lokal di bukittinggi yang sudah di kenal luas secara nasional yaitu tenun / songket pandai sikek

sebenar nya Pandai Sikek merupakan salah satu nagari di Kecamatan Sepuluh Koto, Tanah Datar, Sumatera Barat. Nagari ini telah dikenal dengan kekhasan motif songket yang dimilikinya. Kekhasan motif tersebut diwariskan secara turun temurun sehingga tetap lestari hingga kini. Karena kekayaan tradisi tenun songket yang amat kuat, Pemerintah RI mengabadikan eksistensi tenun songket dari Pandai Sikek sebagai gambar pada mata uang pecahan Rp5000 edisi tahun 2001.

di lokasi ini cukup menantang untuk pengambilan gambar nya, selain ruang yang tidak begitu luas, cahaya yang ada cukup minim. jadi saya menggunakan diafragma besar ( F dengan nilai kecil ) dan menaikan ISO untuk menjaga shutter speed, lalu untuk mengakali ruang yang sempit coba bermain main angle, bird eye dan frog eye. biar sedikit beda 🙂

Pengerajin Tenun Songket pandai sikek
Pengerajin Tenun / Songket pandai sikek

 

Songket Pandai Sikek
Pengerajin Tenun Pandai Sikek, butuh ketelitian dan kesabaran extra,
untuk menyelesaikan satu lembar kain tenun di butuhkan waktu hingga 3 bulan.

Pandai sikek adalah spot terakir di bukittinggi, untuk mengejar flight dari bandar udara minang kabau kita berangkat dari lokasi pandai sikek sekitar pukul 14:00

Pantai Padang Padang
Pantai Padang Padang, Spot Terakir yang kita tuju sebelum ke Bandar Udara Minangkabau
Foto Petir.jpg
Pejalanan dalam cuaca yang kurang baik, dapat jackpot sebelum landing.

 

Ikut Tour Fotografi kali ini lumayan puas, buat yang baca blog ini dan tau spot spot hunting di Sumatera barat share ya, kali aja ada kesempatan ke Sumbar, mau hunting lagi. 🙂

 

 

 

Ditulis oleh

Ngeblog untuk ninggalin jejak ...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.