Tips dan persiapan untuk berburu bintang & milkyway / Galaxy bima sakti – ASTRO / NIGHT photography

Memotret Bintang / Milkyway

Fotografi astronomi semakin memungkinkan bagi siapa saja yang memiliki kamera Mirorless / DSLR saat ini, karena sensor kamera sekarang semakin cangih dan mampu memproses setitik kecil cahaya sekalipun. tetapi memotret bintang tidak bisa instan dengan mode auto, kita harus mengetahui mode di kamera kita untuk mengoptimalkan untuk foto di kondisi sangat gelap di malam hari. jadi meskipun camera kamu cangih dan bisa di gunakan dalam keadaan gelap, kamu tetap berperan penting untuk men setting kamena dengan tepat. di tulisan saya kali ini saya menulis workflow saya saat akan berburu bintang, biar tidak lupa dan bisa saya buka sewarktu waktu jika di perlukan. workflow ini mungkin ada yang berbeda dengan teman teman yg lain, karena workflow sangat subyektif dan yg kita pilih tentu yang membuat kita nyaman.

Yang perlu di perhatikan saat foto malam

  1. Menjaga suhu tubuh tetap hangat.
    Memotret di malam hari tidak jarang kita berdiam beberapa waktu di satu lokasi dan kadang temperatur suhu bisa turun drastis, topi, jaket, sarung tangan jangan sampai di lewatkan meskipun pada saat berangkat tidak merasa dingin.
  2. Lokasi.
    Lokasi untuk memotret bintang juga perlu di perhatikan, saya tinggal di jakarta, jika memaksa untuk memotret dari halaman rumah atau tanah lapang di Jakarta sangat kecil kemungkinan nya untuk mendapatkan foto bintang, karena terlalu banyak polusi cahaya. Tips: Jika kamu baru pertama kali mencoba untuk memotret milkyway, coba searching atau bertanya ke komunitas di kota mu, dimana lokasi yang biasa atau sudah umum untuk hunting Milkyway, ini untuk memastikan sudah ada orang orang sebelum nya yang mendapat foto milkyway dari lokasi tsb, dan kita bisa fokus berlajar setting belajar untuk memotret nya, karena lokasi nya sudah confirm bisa melihat milkyway ( tentu dengan catatan cuaca mendukung )
  3. Kenali medan tempat memotet dan tetap aman.
    Jika kita memutuskan untuk kelokasi pemoretan di malam hari, selalu waspada dan memahami potensi bahaya di lokasi seperti tanah yang tidak rata, licin, genangan air bahkan jurang jika lokasi nya di tepi tebing. jika memungkinkan ajaklah orang lain untuk menemani.
  4. Cek Cuaca
    Memang cuaca tidak bisa di pastikan 100%, tetapi melihat prakiraan cuaca yang baik pada malam pemotretan menjadi pilihan yang bijak.

Persiapan Alat

  1. Tripod
    Untuk Foto di malam hari, tripod wajib di gunakan, exposure terpendek memotret di malam hari masih membutuhkan waktu beberapa detik,karena itu tripod yang kuat dan kokoh menjadi sangat penting untuk menghindari gerakan selama waktu exposure. Tips: Jika lokasi memotret membutuhkan waktu tempuh yang jauh atau membutuhkan hiking terlebih dahulu dari lokasi parkir. tripod yang terbuat dari bahan carbon akan sangat membantu untuk mengurangi beban.
  2. Remote Release
    Setelah kita pasang kamera di tripod sebaik nya kita menggunakan remote agar memastikan kamera tidak bergerak saat kita menekan shutter. jika tidak memiliki remote kita bisa melihat fungsi di camera apa ada fitur “Touchless Sutter”, opsi menggunakan timer saya gunakan paling akhir jika tidak ada 2 opsi sebelum nya.
  3. Senter
    Wajib di bawa, jika memungkin nya cari senter yang bisa di adjust intensitias terang nya, karena jika lagi setting kamera dengan senter yang terlalu terang dapat mengganggu penyesuaian mata dalam gelap. Tips: ada beberapa senter yang bisa set ke mode warna merah ini sangat akan membantu saat kita sedang setting kamera, mata kita tidak akan kena masalah penyesuaian exposure dalam gelap.
  4. Lensa
    Jika kita fokus ke Bintang atau galaksi bima sakti / milkyway kita butuh lensa yang lebar, kalo kita mau foto bulan kita butuh lensa zoom. jadi tergantung kita untuk menangani pemandangan malam spektakuler ini, kita butuh imajinasi untuk membuat foto seperti apa hasil nya, kalo lokasi nya lumayan jauh dan kita membawa semua lensa lengkap, akan sangat berat menurut saya.
  5. Penghangat Embun
    Embun kadang menjadi masalah yang menjengkelkan saat fotografi malam, embun bisa saja menempel pada lensa, bawa lap lensa yg besih atau gunakan kaus kaki yang di lilitkan di sekeliling lensa, bila perlu gunakan pemanas tubuh kemasan yang di lilitkan dengan karet gelang untuk mencegah kondensasi.

Mengabadikan Milkyway atau Galaxy Bimasakti

“Milkyway terdengar sexy tapi Galaxy Bima Sakti jelas lebih macho”, Saya tertarik untuk mengabadikan Galaxy Bima Sakti, karena menurut saya itu object yang sangat menarik, coba bayang kan cahaya bintang bintang yang ada di galaxy bima sakti yang kita lihat, itu telah menempuh ratusan bahkan ribuan tahun cahaya dan akir nya bisa kita lihat di bumi, itu adalah cahaya purba yang berjalan melewati ruang hampa jauh sebelum saya lahir, Spektakuler.

Setelah persiapan dan alat sudah lengkap, di tambah prakiraan cuaca yang baik, saat nya mengabadikan “Cahaya Purba” Galaxy Bima Sakti, saat tiba di lokasi kadang langit berawan (meskipun prakiraan cuaca nya cerah) jadi susah untuk melihat galaxy bima sakti, kita bisa mencoba untuk menunggu dan berharap cuaca segera menjadi cerah, ujian nya di sini kalo sudah menunggu lumayan lama, coba lah untuk bertahan, tidak jarang saat saya menyerah saat kembali ke mobil. cuaca tiba tiba cerah, hmm cuma bisa mengomel di sepajang jalan,

Saat cuaca cerah dan mendukung saat nya menentukan frame foto, kita tidak perlu menjadi ahli untuk melihat di mana posisi galaxy bima sakti, tapi kalo kamu tau, itu hal yang sangat bagus. kalo saya mencari praktis nya saja dengan menggunakan Apps yang ada di smartphone ada Sky Map, Star Walk, Stellarium, tinggal pilih user interface yang sesuai dengan selera.
Jika sudah menemukan posisi Galaxy bima sakti, tinggal set frame yang menarik, masalah nya sering kali kita berada di lokasi yang gelap dan tidak bisa melihat komposisi melalui view finder atau live view, solusi nya ubah nya iso nya ke nilai yang lebih besar sampai kita bisa melihat dan menseting komposisi, jika sudah di tentukan frame nya kembalikan posisi iso agar nilai nya tidak terlalu besar yang menimbulkan banyak noise.

Mensetting kamera ke MODE MANUAL dan mengikuti Prinsip 500, apa itu Prinsip 500? singkat nya itu adalah prinsip untuk memotret bintang agar bintang terlihat bulat / titik dan bukan mejadi sebuah garis. rumus prinsip 500 adalah

500 / focal length / Crop Factor

Penting untuk mengetahui crop factor camera kita, Full frame crop factor nya 1, untuk APSC crop factor nya ada yg 1.5 atau 1.6 , jadi kita harus tau crop factor kamera yg kita gunakan untuk menentukan nilai sutter speed.

Lens Focal LengthFull Frame Camera1.5 Crop1.6 Crop
14 mm36 sec24 sec22 sec
16 mm31 sec21 sec20 sec
20 mm25 sec17 sec16 sec
24 mm21 sec14 sec13 sec
35 mm14 sec10 sec9 sec
Untuk memotret Galaxy Bimasakti gunakan lensa dengan focal length paling wide untuk hasil yg lebih maximal

Untuk Aperture gunakan f/2.8 atau paling besar yang di miliki, karena kita butuh aperture lebar untuk menangkap cahaya lebih banyak, ISO bisa di set di 3200 / 6400

Nah saat semua nya sudah set, tinggal kita mengatur fokus, ini menjadi hal yang paling tricky, banyak cara nya, bisa di buat hyper focal focus, bisa di buat manual fokus dan ring lensa di set ke infinity, saat kita buat manual fokus dan ring lensa kita buat infinity, ini pun harus kita coba dan kita tau betul posisi infinity mana yg menghasilkan gambar yang paling tajam, kadang pas di garis lambang infinity, kadang 1mm sebelum garis atau 1mm setelah garis, bahkan beberapa merek lensa tidak ada tanda infinity nya jadi kita harus coba sendiri. ini tidak ada rumus nya, dan kita memang harus coba coba karena setiap lensa bisa berbeda dan kita di harapkan sudah hafal posisi infinity yang paling tajam untuk lensa yang kita punya.

Saya bisa menggunakan autofocus pada senter, kita harus tau dulu berapa jarak hyperfocal lensa kita, bisa di search dulu dengan kata bantu ” Hyperfocal Distance table” cari yang cocok dengan lensa dan kamera kita, misal nya dari tabel tsb hyper focal nya 5meter, arahkan senter pada benda yang berada 5 meter dari posisi kamera lalu buat atutofocus ke situ, jika sudah ke lock, set fokus menjadi manual lagi, dan kita siap untuk memotret Galaxy Bimasakti (Jangan menggunakan autofocus untuk memotret bintang)

Selamat Berburu foto Galaxy Bimasakti, dan update “Cahaya Purba” yang spektakuler ke feed social media mu.

Ditulis oleh

Ngeblog untuk ninggalin jejak ...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.